TANAMAN OBAT - LIDAH BUAYA

TANAMAN OBAT - LIDAH BUAYA PDF Cetak E-mail

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
TANAMAN  OBAT - LIDAH BUAYA

Tanaman obat – LIDAH BUAYA
Aloe vera L.

KLASIFIKASI : Lidah buaya disebut Aloevera L atau Abarbadensis Mill.,Aloe vulgaris Lamk. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Liliaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah letah buaya (Suda) atau ilat baya (Jawa).

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : 
- Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin dan aloesin.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam  farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; pahit, dingin. Berfungsi sebagai Anti radang, pencahar (laxative), parasitide. Herba ini masuk meridian hati dan pankreas. Memperbaiki pankreas.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Daun, bunga, akar dan pemakaian segar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman-pengalaman turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman  ini  dapat menyembuhkan  penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Kencing manis (DM)1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya, dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1,5 gelas. Minum 3 x ½ gelas sehabis makan.
2. Batuk rejan. Daun sekitar 15 – 18cm, direbus dan ditambah gula, minum.   
3. Syphilis. Bunga lidah buaya ditambah daging, rebus, minum.   
4. Cacingan, susah buang air kecil.  Akar kering 15-30 gr, direbus, minum.  
5. Luka terpukul, luka dalam (muntah darah). Bunga kering 10– 15 gr, direbus, minum.   
6. Kencing darah. Daun lidah buaya 15 gr diperas, ditambah 30 gr gula, tambah air beras secukupnya, minum.
7. Wasir. Daun setengah, dibersihkan durinya, dicuci, parut. Tambah ½ cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.
8. Sembelit. Daun separuh, cuci, buang kulit dan durinya. Isi dicincang, seduh dengan ½ cangkir air panas tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.

Kontra Indikasi : Wanita hamil atau sedang haid, penderita gangguan sistem pencernaan dan penderita diare, dilarang makan obat ini.
Catatan : Bila akan dikombinasikan dengan obat lain maka bahan ini jangan direbus tetapi harus dibuat pil atau bubuk. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.