Memecah Kristal Menggusur Asam Urat

Berkembangnya pola makan yang serba instan menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit asam urat. 

Konsumsi makanan yang banyak mengandung asam lemak, seperti daging, susu, goreng-gorengan, bayam, melinjo, durian, kacang-kacangan, cokelat, dan keju diduga menjadi penyebab timbulnya penyakit asam urat. “Semuanya mengandung asam yang tinggi,” ujar Edwina Rahmayanti saat ditemui AGRINA pada pameran Flora Fauna 2007, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut pendiri Asosiasi Pengobat Tradisional Indonesia (Aspetri) itu setidaknya ada tiga jenis asam terkandung di dalamnya, yaitu asam sitrat, asam nitrat, dan asam purat. Keberadaan ketiga jenis asam di dalam metabolisme tubuh dapat mengganggu kesehatan. “Terutama setelah menjadi semacam kristal-kristal di tulang dan sendi. Ini yang disebut penyakit asam urat,” jelasnya.



Keluar Lewat Urine

Lantas apa gejala penyakit asam urat? Menurut Edwina, pasien biasanya merasa nyeri di persendian, otot, dan tulang. Selain itu, terjadi pembengkakan di daerah kaki, lengan tangan, dan pundak. Meski tidak sampai menyebabkan kematian, tapi penderita asam urat sangat menderita karena sulit menggerakkan anggota tubuh lantaran sakit dan ngilu. “Kadang untuk ibadah shalat saja itu tidak bisa, terpaksa duduk, tidak bisa sujud atau pun bersimpuh,” ujar wanita kelahiran Semarang ini.

Untuk mengatasi bertumpuknya asam urat, herbalis yang hobi menulis ini menyarankan pemanfaatan beberapa jenis tanaman obat, yaitu sidaguri, mengkudu, gandarusa, sambiloto, dan temulawak. Penggunaan ramuan pemecah kristal tersebut dibarengi campuran lain yang terdiri dari mengkudu, kumis kucing, meniran, pegagan, kumis kucing, tapak liman, tempuyung, dan kejibeling guna terapi ginjal. Kerjanya membantu menghaluskan kristal yang terdapat di persendian.

Edwina mengungkap, tiap tanaman obat mempunyai karakter tersendiri. Sidaguri misalnya,  bermanfaat memecah batu kristal yang ada di dalam persendian. Sementara herbal lainnya, seperti mengkudu, berfungsi menghancurkan hingga halus kristal tersebut. ”Keduanya biasa dipasangkan untuk pengobatan ginjal karena kristal-kristal itu harus dihancurkan hingga halus baru bisa keluar lewat urine,” tambahnya.



Atur Pola Makan

Penggunaan lebih dari satu jenis herba sangat disarankan Edwina karena, menurutnya, ramuan tersebut jauh lebih kuat reaksinya dibandingkan ramuan tunggal. “Campuran beberapa jenis herba akan saling mendukung. Volume kecil, tapi efek kerjanya jauh lebih besar dari pada satu macam saja,” terang lulusan IPB 1981 tersebut.

Bahan direbus sampai mendidih atau diseduh, setelah dingin air rebusan diminum 2—3  kali sehari sebelum makan.”Bagi yang ingin praktis, bisa  mengonsumsi herba berbentuk kapsul yang banyak dijual para herbalis,” paparnya.

Berdasarkan pengalaman Edwina, pasien dapat pulih dalam waktu sebulan, asalkan pasien bisa mengatur pola makan yang sehat. Caranya antara lain  dengan mengonsumsi buah yang membantu menyembuhkan asam urat, seperti nenas, sirsak dan menghindari makanan pencetus asam urat, seperti bayam, nangka, durian, gorengan, daging merah, dan santan.


Marwan Azis (Kontributor).  
 
Ramuan Herba untuk Asam Urat

1. Sidaguri, mengkudu, gandarusa (masing-masing 20%, 15%, 15%), dan sambiloto, temulawak, meniran, lada, dan kumis kucing masing-masing 10%.
    Bersihkan semua bahan, kemudian tambahkan 2 – 3 gelas air. Rebus hingga mendidih, dinginkan, dan minum dua kali sehari sebelum makan.
 
2. 10 gr (5 – 7 lembar) sidaguri, 10 gr mengkudu,10 gr gandarusa, 10 gr temulawak. Caranya sama dengan no.1
  

Catatan : Bahan-bahan bisa digunakan hingga dua kali perebusan

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.